Halaman

Jumat, 30 Maret 2012

Puisi Kepedihan Hati

 
   
PUISI RENUNGAN KEMATIAN IBU TERCINTA


Ibu
Dikedinginan malam sunyi
Terkenang daku akan kepergianmu
Dibuai sejuta kenangan manis
Disiram segar ..
Subur kasih penuh rindu
Mengiringi kepergianmu ..


Ibu ..
Sejuta keampunan kupinta darimu
Buat penghapus dosa insan kerdil ini
Buat menebus kekurangan melayani hayatmu
Buat melunas hutang jiwa .. seorang anak terhadap ibu ..


Oh Ibu ..
Kutinggalkan jasadmu di kuburan ini
Namun, ,
Izinkan aku bawa pulang kasih sayangmu ..
Izinkan kubawa bersama semangat dan doamu ..
Izinkan aku pulang berbekal keampunan dan ridhomu ibu ..

Doakanlah aku ibu ..
Agar bersemangat menyambung amal ibadahmu ..


Ya ILLahi Robbi...
Ku titip jasad ibu untuk Engkau Rahmati ..
Kupinjam jiwa kental dan kasih sayang ibu ..
Buat bekal hidup yang berbakti
Ku rayu keampunanMu segala dosanya ya Robbi ..
Hidayahkan aku apa saja demi menebus dosa ibunda ..
Biar nyawa, harta dan jiwa ini jadi galang gantinya ..
Janganlah Engkau siksa dia wahai Tuhan ..
Aku mohon, aku rayu padaMu setulus jiwa ..
Rahmatilah .. kasihanilah dia ..
Sebagaimana ia mengasihi aku sejak kecil..


Ya Allah ya Tuhanku ..
Aku berpegang pada janjiMu, janji RasulMu ..
Izinkan aku menyambung amal ibu ..
Izinkan aku memenuhi tawaran janjiMu ..
Demi ibuku ..
Demi ibuku ..
Demi ibuku ..

Kamis, 16 Februari 2012

Hati-hati Gabung Obat Kimia-Herbal

Panam City - Penggunaan obat kimia modern dan obat herbal, termasuk jamu, secara bersamaan untuk mengobati penyakit tertentu harus dilakukan secara hati-hati. Penggabungan secara serampangan bisa memperburuk kesehatan.

”Butuh pengetahuan dan penelitian lebih banyak untuk menggabungkan penggunaan jamu dan obat kimia secara bersamaan,” kata Ketua Program Studi Pengobatan Tradisional, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Arijanto Jonosewojo, dalam simposium ”Pentingnya Kualitas Ekstrak Obat Herbal sebagai Produk Perawatan Kesehatan dan Agen Terapetik” di Jakarta, Kamis (9/2).

Uji klinik yang dilakukan di Rumah Sakit Umum dr Soetomo, Surabaya, menunjukkan, penggunaan obat antikolesterol simvastatin ataupun campuran daun jambu, temu lawak, dan jati belanda (obat tradisional) memberikan hasil yang baik jika digunakan secara sendiri-sendiri. Tetapi, jika digabung, hasilnya justru buruk.

Hal yang sama terjadi pada penggunaan metformin dan teh hitam untuk mengobati diabetes. Jika kedua obat itu digunakan sendiri-sendiri, bisa menurunkan kadar gula darah rata-rata selama 1-3 bulan (HbA1C) hampir sama. Namun, jika digabung, penurunan HbA1C justru sangat kecil.

”Jika ingin menggabungkan, obat modern sebaiknya diminum lebih dulu. Setelah 1-2 jam, baru minum obat herbal,” katanya.

Zat aktif dalam obat kimia umumnya lebih cepat diserap tubuh. Adapun obat herbal, selain lebih lambat diserap tubuh, terkadang bersifat mengikat zat dari obat kimia. Akibatnya, efek obat kimia jadi tidak maksimal.

Arijanto, yang juga Kepala Poliklinik Obat Tradisional Indonesia RSU dr Soetomo, mengingatkan, ginseng tidak boleh digabung dengan obat digoxin (obat jantung) karena akan memperburuk kondisi jantung.

Selain itu, bawang putih yang juga merupakan obat herbal antikoagulan tidak boleh digabung dengan obat kimia golongan asetasol atau clopidopril. Hal ini akan menimbulkan perdarahan.

”Masyarakat masih menganggap obat herbal lebih baik dibandingkan obat kimia. Padahal, tidak ada obat herbal yang 100 persen aman dan tidak semua obat kimia buruk,” katanya.

Belum berkembang

Meski bangsa Indonesia mengenal dan merasakan manfaat tanaman obat sejak lama, hingga kini industri obat tradisional Indonesia belum berkembang.

Direktur Standardisasi Obat Tradisional, Kosmetik, dan Produk Komplemen, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Hary Wahyu Triestanto Wibowo mengatakan, saat ini baru terdaftar 6 fitofarmaka dan 31 obat herbal terstandar. Adapun jamu jumlahnya mencapai ribuan.

Jamu adalah tingkat terendah dalam pengelompokan obat tradisional Indonesia. Disusul obat herbal terstandar dan fitofarmaka sebagai tingkat tertinggi.

Untuk meningkatkan status jamu menjadi obat herbal terstandar, harus ada uji nonklinik. Untuk menjadi fitofarmaka, harus dilakukan uji klinik dan uji nonklinik. Proses uji itu butuh biaya investasi besar.

Karena itu, banyak produsen jamu enggan meningkatkan status produknya karena dengan status jamu saja sudah laku. ”Produsen hanya akan meningkatkan status produknya menjadi obat herbal terstandar atau fitofarmaka untuk meyakinkan keamanan produknya pada konsumen dan kepentingan ekspor,” ujarnya.

Rudy Susilo dari Evoria GmbH, Jerman, mengatakan, pengolahan obat herbal di Indonesia banyak yang tak memenuhi standar. Orientasi bisnis produsen lebih besar sehingga kurang memperhatikan aspek keamanan obat bagi konsumen.

Untuk mendapatkan obat herbal yang baik, seluruh proses produksi, mulai dari penanaman tanaman obat, perawatan, panen, pengeringan, ekstraksi, penyimpanan, pembuatan obat, hingga distribusinya, tidak bisa dilakukan asal-asalan.

Bahan baku obat herbal harus bebas dari logam berat, jamur, ataupun pestisida. Proses produksi harus dilakukan secara modern, sama seperti yang dilakukan sebagian obat herbal China.

Menurut Rudy, obat herbal tidak perlu diragukan manfaatnya. Yang harus dijaga adalah agar obat herbal aman dikonsumsi.

”Obat herbal sudah digunakan sejak ratusan tahun lalu dan menunjukkan khasiatnya,” katanya.

Obat herbal, demikian Arijanto, sebaiknya digunakan untuk mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan, pemulihan, dan mengurangi penderitaan pasien.

Untuk penyembuhan penyakit, masih disarankan menggunakan obat kimia. Dokter dapat memberikan obat herbal untuk melengkapi obat kimia dengan syarat ada permintaan tertulis dari pasien.

Sayangi Jantung, Kurangi Lemak dari Gorengan

Panam City — Berdasarkan statistik, sekitar 17,5 juta orang per tahun meninggal akibat penyakit yang menyerang jantung dan pembuluh darah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyatakan penyakit kronis seperti penyakit jantung menjadi penyebab utama kematian di dunia.
Tingginya angka statistik tersebut memang ada penyebabnya. Peluang untuk terkena penyakit jantung koroner bisa dari berbagai sudut, baik yang tidak bisa dihindari, seperti faktor genetik, hingga yang faktor risiko yang masih dikendalikan, misalnya merokok dan pola makan.
Apa boleh buat, urusan kesehatan memang selalu bersaing dengan lidah. Makanan tinggi gula, garam, kurang serat, dan lemak jenuh yang berlebihan bisa jadi pintu masuk gangguan jantung dan pembuluh darah.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika terhadap 87.230 responden disebutkan, risiko stroke 44 persen lebih tinggi pada mereka yang hobi menyantap makanan berlemak.
Menurut dr Fiastuti Witjaksono, SpGK, ahli gizi dari Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, konsumsi lemak orang Indonesia sangat tinggi. Sayangnya, konsumsi lemak itu kebanyakan berasal dari lemak jahat.
"Orang Indonesia mendapatkan lemak jahat terutama dari makanan yang digoreng. Pada dasarnya, minyak sayur adalah lemak tidak jenuh, tetapi proses pemanasan minyak dalam suhu tinggi itu mengubahnya menjadi lemak jenuh," katanya di sela-sela peluncuran Philips Airfryer, alat menggoreng tanpa minyak, di Jakarta, Jumat (22/7/2011).
Makanan yang digoreng tak bisa dimungkiri masih menjadi makanan favorit masyarakat di Tanah Air. Karena itu, menurut Fiastuti, peningkatan kesadaran makanan sehat perlu ditingkatkan.
"Meningkatkan asupan makanan berserat dan mengurangi makanan yang mengandung minyak dan lemak bisa menjadi satu langkah untuk mendapatkan jantung yang sehat," katanya.
Saat ini Philips baru saja memperkenalkan alat untuk menggoreng tanpa memerlukan tambahan minyak goreng. Menurut Rudi Ashari, Brand Development Manager PT Philips Indonesia, Philips Airfryer menggunakan teknologi rapid air yang menggabungkan udara panas bersirkulasi cepat dan elemen pemanggang untuk menghasilkan makanan gorengan.
Teknologi inovatif itu juga memungkinkan makanan bisa digoreng hingga suhu mencapai 200 derajat celsius meski tanpa minyak. "Dengan alat ini, kandungan lemak dalam makanan bisa dikurangi hingga 80 persen tanpa mengurangi kerenyahan khas gorengan," katanya.

MENGENAL SERAT UNTUK KEBUTUHAN KITA


Panam City - Ada pepatah yang mengatakan tak kenal maka tak sayang. Ungkapan itu sepertinya cocok untuk kita implementasikan dalam mendukung kebiasaan hidup sehat.

Apa yang terlintas dalam pikiran Anda apabila mendengar kata serat? Ya, pasti tidak jauh dari sayuran dan buah-buahan bukan? Sudah banyak literatur yang menyebutkan bahwa serat memiliki manfaat luar biasa bagi tubuh.

Untuk mengetahui lebih dekat apa itu serat dan kenapa tubuh kita sangat memerlukannya, berikut adalah ulasannya :

Serat adalah nama umum untuk karbohidrat tertentu - biasanya terdapat pada sayuran, tanaman, dan biji-bijian. Secara umum serat dibagi ke dalam dua bagian besar yakni serat yang dapat larut pada air dan serat tidak larut dalam air. Gabungan antara keduanya, biasa disebut total serat.

Mengapa orang mengonsumsi serat?

Sejumlah studi telah menemukan bahwa asupan tinggi serat total, dari makanan dan suplemen, menurunkan risiko penyakit jantung. Diet tinggi serat juga telah dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2.

Serat tidak larut dapat membantu mengobati sembelit, penyakit divertikular dan mengatasi gangguan pencernaan atau IBS (irritable bowel syndrome). Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa serat larut dapat mengurangi risiko kanker usus besar.

Selain itu, serat larut juga memiliki kontribusi dalam menurunkan kadar kolesterol. Serat larut bekerja dengan cara mengikat kolesterol dalam usus. Bahkan, beberapa riset menunjukkan manfaat serat larut dalam mengobati diabetes dan resistensi insulin (pradiabetes). Serat larut juga berfungsi dalam memperlambat penyerapan karbohidrat dan membantu meningkatkan kadar gula darah.

Karena serat mengisi dan memiliki kalori sangat sedikit, mengonsumsi makanan tinggi serat juga dapat membantu menurunkan berat badan.

Berapa banyak serat yang harus Anda konsumsi?
Serat yang berasal dari makanan utuh disebut serat makanan. Sedangkan serat yang dijual dalam bentuk suplemen, atau ditambahkan ke makanan, disebut serat fungsional. Institute of Medicine telah menetapkan rekomendasi asupan serat total terkait usia dan jenis kelamin.

Anak usia 1-3 tahun : 19 gram/hari
Anak usia 4-8 tahun : 25 gram/hari

Perempuan:
19-18 tahun: 26 gram/hari
19-50 tahun: 25 gram/hari
51 tahun ke atas: 21 gram/hari
ibu hamil: 28 gram/hari
ibu menyusui: 29 gram/hari

Pria:
9-13 tahun: 31 gram/hari
14-50 tahun: 38 gram/hari
51 tahun ke atas: 30 gram/hari

Seseorang harus mendapatkan jumlah serat yang cukup untuk tetap sehat. Bahkan dalam jumlah yang tinggi sekalipun, konsumsi serat tampaknya tidak terlalu berbahaya. Sampai saat ini para ahli belum menemukan berapa batas jumlah serat yang bisa menimbulkan ancaman.

Dapatkah saya mendapatkan serat alami dari makanan?
Jawabannya adalah ya. Cara terbaik untuk mendapatkan serat bisa Anda peroleh dari makanan utuh, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.

Berikut ini adalah sumber terbaik dari serat larut :

* Oatmeal
* Apel, buah jeruk, dan stroberi
* Kacang, kacang polong, dan lentil
* Barley
* Dedak beras

Sumber serat tidak larut adalah:

* Sereal brans
* Biji-bijian, seperti barley
* Roti gandum, sereal gandum, dan dedak gandum
* Sayuran: wortel, bit, dan kembang kol

Apa risiko mengonsumsi serat?
* Efek samping

Serat tidak memiliki efek samping yang serius. Konsumsi serat berlebih, dapat menyebabkan kembung, kram. Anda dapat mengatasinya dengan minum lebih banyak air (sekitar 2 liter sehari).

* Yang Penting :

Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, cobalah bicarakan dengan dokter sebelum Anda mulai menggunakan suplemen serat. Pasalnya, serat dapat menghalangi penyerapan beberapa jenis obat.

Selasa, 17 Januari 2012

Otomotif Kita

Hemat Bahan Bakar Dengan  Teknik Hypermiling

Panam City- Akhir-akhir ini kita sering terperangkap di antara hibrida, plug-in hibrida sampai kendaraan listrik. Ini beberapa cara yang selalu kita pikirkan agar kendaraan kita hemat dalam mengkonsumsi bahan bakar. Tapi sepertinya kita lupa bahwa di dalam mobil ICE-powered biasa atau yang dimaksud dengan mesin pembakaran internal, juga tergantung pada keterampilan mengemudi kita sehingga penghematan bahan bakar bisa mencapai jarak yang mengesankan.

Kita tidak sedang berbicara tentang perubahan mobil yang aneh-aneh atau titik rendering yang harus di setup ulang. Tetapi tentang teknik mengemudi yang baik sehingga kita bisa memaksimalkan penghematan bahan bakar kendaraan agar bisa menempuh jarak tempuh yang layak. Walau pun memang ada banyak metode berkendara lain yang yang dapat menghemat lebih dari 60 mil dengan tidak memakan lebih dari satu tangki. Beberapa memang berhasil dari yang lain tetapi itu semua tergantung oleh beberapa faktor mulai dari jenis mesin, tingkat konsumsi, berat mobil dan lain sebagainya.

Lalu apa itu Hypermiling? Hypermiling adalah seperangkat keterampilan yang memungkinkan setiap pengendara untuk memaksimalkan tingkat konsumsi bahan bakar mobil dengan menggunakan sebagian besar teknik mengemudinya dengan teliti dan hati-hati. Prosedur ini juga bisa mencakup beberapa modifikasi mobil tetapi ini tidak wajib bahkan jarang yang menyarankannya. Bahkan ada beberapa teknik yang dianggap membahayakan dan ilegal di beberapa bagian dunia.
Teknik Hypermiling diciptakan oleh Wayne Gerdes, yang juga dikenal sebagai Hypermiler terbaik. Targetnya ketika ini dimulai bukan berarti pengendara harus menginjak gas seperlunya saja, tetapi harus juga menunjukan bahwa peringkat EPA untuk kendaraan tidak sepenuhnya akurat. Sebelum menggunakan teknik ini anda harus mengetahui dengan detail dari kendaraan anda. Mulai dari mesin dan pastikan semua ornamen di mobil anda berfungsi dengan baik. Jika mobil anda sudah sesuai dengan keadaan standar dari produsen dan tidak ada perubahan. Maka kita siap melakukan Hypermiling.

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya Hypermiling adalah cara untuk mencapai tingkat konsumsi bahan bakar yang lebih baik dari perkiaraan. Ini semua tentang efisiensi dan mungkin ada beberapa hal yang tidak menyenangkan ketika dilakukan. Mungkin akan mengubah kenikmatan anda dalam berkendara.
  • Langkah 1 Bertanggung jawab dalam menggunakan pedal gas dan rem. Percepatan dan perlambatan mobil harus dilakukan secara mulus tanpa gerakan tiba-tiba.Teknik ini dapat mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 33 persen.
  • Langkah 2 Gunakan medan. Artinya jika anda berada pada posisi downgrade, dengan tidak ada sistem yang menahan dan memungkinkan kendaraan bergerak sendiri. Hypermiler merekomendasikan untuk mobil berjalan sendiri tanpa anda menginjak gas. Seperti ketika anda sedang menuruni bukit atau ketika anda harus bersiaga jika dari kejauhan telah melihat lampu merah. Tanpa harus berhenti anda mengurangi kecepatan sambil menunggu lampu hijau kembali. Dengan begitu anda tidak harus kehilangan momentum.
  • Langkah 3 Matikan mesin anda. Mesin mobil dapat juga digunakan baik itu pada posisi idling atau turn off. Untuk tujuan Hypermiling menggunakan mesin adalah yang terburuk. Idling adalah yang baik dan turn off adalah yang terbaik. Untuk melakukan langkah yang ketiga ini anda harus benar- benar melihat situasi dan kodisi di jalan. Karena cara ini tidak selalu tepat dilakukan di segala kondisi. Biasanya hal ini terjadi di stoplights.
  • Langkah 4 Jangan mengebut. Dalam hal ini kecepatan memang bukanlah hal yang penting tetapi kita sedang berusaha untuk mencapai jarak tempuh yang lebih baik. Karena semakin cepat putaran mesin, semakin cepat mobil berjalan, semakin udara di sekitar itu mencoba untuk melawan. Ini disebut dengan drag aerodinamis. Langkah 4 ini hanya bisa di antisipasi dengan menerapkan Langkah 2 tetapi dengan cara yang berbeda. Seperti anda bisa berlindung di belakang mobil yang lebih besar dari mobil anda agar dapat mengurangi daya drag aerodinamis ini.
  • Langkah 5 Menyerahkan kenyamanan. Matikan setiap sistem yang dapat mengurangi konsumsi bahan bakar seperti AC yang dibatasi penggunaannya sampai 5 atau 30 persen. Atau lebih baik lagi AC dapat dimatikan. Gerakan Hypermiling ini bisa di ibaratkan dengan gaya hidup vegetariannya dunia otomotif. Selamat mencoba... ( Muzakim )

Tips kesehatan untuk kita

  
  Kesehata Ginjal

 
Panam city,  Desember 2011
■ MINUM BANYAK AIR. Tubuh terdiri atas 60%–70% air. Tanpa air, sel tidak akan bertahan hidup dan proses biokimia dan fisiologis dalam tubuh tidak akan bekerja dengan benar. Pakar kesehatan menganjurkan untuk minum setidaknya delapan gelas per hari. Konsumsi air mineral dua gelas saat bangun tidur, satu gelas sebelum dan sesudah makan, dan dua gelas sebelum tidur.


■ PERHATIKAN APA SAJA YANG MASUK DALAM TUBUH. Ginjal adalah obat penyaring dalam tubuh. Jika yang masuk adalah “racun”, akan segera dikeluarkan oleh ginjal. Namun bisa terjadi, “racun” itu sendiri kemudian merusak ginjal. Akibatnya, proses penyaringan ini akan terganggu. “Racun” bagi ginjal yang masuk bisa berasal dari berbagai zat, yang kelihatannya tidak beracun, seperti makanan, minuman, dan obat-obatan.

■ KURANGI MAKANAN ASIN. Natrium klorida adalah nama kimia dari garam. Natrium dan klorida adalah elektrolit dan bertanggung jawab dalam mempertahankan neraca air elektrolit dan keasaman serta kebasaan darah. Jika mereka tertelan secara berlebihan, mereka dapat menyebabkan ketidakseimbangan dan menyebabkan akumulasi di ginjal, yang akhirnya akan mengakibatkan disfungsi ginjal.

■ HINDARI ALKOHOL. Alkohol adalah zat diuretik yang menyebabkan seringnya buang air kecil atau micturation, tetapi juga menyebabkan pencegahan ekskresi bahan lain, seperti asam urat. Hal ini akan mengakibatkan batu ginjal atau radang sendi yang menyebabkan encok. Asam urat adalah salah satu penyebab batu nefrolisiasis atau ginjal.

■ HIDUP SEHAT. Tubuh seperti satu mesin yang diminyaki. Jika satu bagian tidak berfungsi dengan baik, maka semuanya akan terpengaruh. Makan dengan baik, tidur dengan baik, dan hidup dengan baik. Daging lemak dapat menyebabkan beberapa penyakit. Merokok dapat menyebabkan kanker paru-paru. ● rendra hanggara

Minggu, 15 Januari 2012

Fisika

      Daya

Pada pokok bahasan mengenai usaha dan energi, energi potensial dan energi kinetik serta pembahasan Hukum Kekekalan Energi, kita telah mempelajari konsep usaha tanpa memperhitungkan besaran waktu. Misalnya ketika mengangkat sebuah batu hingga ketinggian tertentu, kita membutuhkan sejumlah usaha. Batu yang kita angkat dengan sejumlah usaha tentu saja memerlukan selang waktu tertentu untuk berpindah dari kedudukan awal ke kedudukan akhir. Batu yang diangkat secara perlahan-lahan pasti memiliki waktu tempuh yang lebih lama dibandingkan dengan batu yang diangkat dengan cepat. Pada kesempatan ini kita akan mempelajari pokok bahasan Daya, sebuah besaran fisika yang menyatakan hubungan antara usaha dan waktu. Selamat belajar, semoga sukses…..
Dalam ilmu fisika, daya diartikan sebagai laju dilakukannya usaha atau perbandingan antara usaha dengan selang waktu dilakukannya usaha. Dalam kaitan dengan energi, daya diartikan sebagai laju perubahan energi. Sedangkan Daya rata-rata didefinisikan sebagai perbandingan usaha total yang dilakukan dengan selang waktu total yang dibutuhkan untuk melakukan usaha. Secara matematis, hubungan antara daya, usaha dan waktu dirumuskan sebagai berikut :
Berdasarkan persamaan ini, dapat disimpulkan bahwa semakin besar laju usaha, semakin besar Daya. Sebaliknya, semakin kecil laju Usaha maka semakin kecil laju Daya. Yang dimaksudkan dengan laju usaha adalah seberapa cepat sebuah usaha dilakukan. Misalnya mobil A dan B memiliki massa yang sama menempuh suatu lintasan berjarak 1 km. Apabila mobil A menempuh lintasan tersebut dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan mobil B, maka ketika menempuh lintasan itu, daya mobil A lebih besar dari mobil B. Dengan kata lain, Mobil A memiliki laju perubahan energi kimia menjadi energi mekanik yang lebih besar dari pada mobil B.
Daya merupakan besaran skalar, besaran yang hanya mempunyai nilai alias besar, tidak mempunyai arah. Satuan Daya dalam Sistem Internasional adalah Joule/detik. Joule/detik juga biasa disebut Watt (disingkat W), untuk menghargai James Watt. Dalam sistem British, satuan daya adalah 1 pon-kaki/detik. Satuan ini terlalu kecil untuk kebutuhan praktis sehingga digunakan satuan lain yang lebih besar, yakni dayakuda atau horse power (disingkat hp). 1 dayakuda = 550 pon-kaki/detik = 764 watt = ¾ kilowatt.
Besaran Usaha juga bisa dinyatakan dalam satuan daya x waktu, misalnya kilowatt-jam alias KWH. Satu KWH adalah usaha yang dilakukan dengan laju tetap sebesar 1 Kilo Watt selama satu jam.
Daya seekor kuda menyatakan seberapa besar usaha yang dilakukan kuda per satuan waktu. Daya sebuah mesin menyatakan seberapa besar energi kimia atau listrik dapat diubah menjadi energi mekanik per satuan waktu.

Contoh soal 1 :
Seseorang yang bermassa 60 kg menaiki tangga selama 4 sekon. Apabila ketinggian vertikal tangga tersebut adalah 4 meter, hitunglah daya orang itu dalam satuan watt dan besarnya energi yang dibutuhkan untuk menaiki tangga. Anggap saja percepatan gravitasi (g) = 10 m/s2.
Panduan jawaban :
Hasil perhitungan kita menunjukkan bahwa ketika menaiki tangga, orang tersebut mengubah energi kimia menjadi energi mekanik sebesar 2400 Joule. Ini belum termasuk energi panas yang dihasilkan ketika orang tersebut bergerak. Jadi ketika menaiki tangga, energi yang diubah orang tersebut lebih besar dari 2400 Joule.